Rabu, 17 Desember 2014

Analisa dan Pembahasan Manajemen PT. Telekomunikasi

1.4  Analisa dan Pembahasan Manajemen PT. Telekomunikasi

Pembahasan dan analisis berikut mengacu pada Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011, 2012 dan 2013 yang disajikan dalam buku Laporan Tahunan ini. Laporan Keuangan Konsolidasian ini disajikan berdasarkan SAK di Indonesia yang dalam beberapa hal berbeda dengan IFRS. Lihat Catatan 48 pada Laporan Keuangan Konsolidasian untuk rekonsiliasi dengan IFRS.
Kami adalah penyedia utama layanan telekomunikasi lokal, domestik, dan internasional di Indonesia, serta penyedia layanan telepon seluler terkemuka melalui entitas anak dengan kepemilikan mayoritas, Telkomsel. Visi kami adalah menjadi penyelenggara TIMES di kawasan regional. Pada tanggal 31 Desember 2013, kami memiliki sekitar 175,5 juta pelanggan sambungan telepon yang terdiri dari 131,5 juta pelanggan telepon seluler yang dimiliki Telkomsel, 9,4 juta pelanggan sambungan telepon tidak bergerak kabel, 6,8 juta pelanggan sambungan telepon tidak bergerak nirkabel dan 27,8 juta pelanggan broadband. Kami juga menyediakan beragam layanan komunikasi lain, termasuk layanan interkoneksi jaringan telepon, multimedia, data dan layanan terkait komunikasi internet, sewa transponder satelit, sirkit langganan, jaringan pintar dan layanan terkait, televisi kabel dan layanan VoIP. Selain itu kami juga menjalankan bisnis multimedia seperti konten dan aplikasi. Kami bertekad untuk siap menghadapi tantangan pasar dan industri yang mungkin timbul dari waktu ke waktu dengan memanfaatkan basis pelanggan, kualitas jaringan, nama merek dan kemampuan tindakan strategis kami.
Perekonomian Indonesia pada tahun 2013 itu mengalami saat yang kurang menguntungkan, tercermin pada melambatnya pertumbuhan produk domestik bruto dari rata-rata 6,3% pada tahun 2010-2012 menjadi 5,8% pada tahun 2013, meningkatnya inflasi dari rata-rata 4,5% pada tahun 2009-2012 menjadi 8,4% pada tahun 2013 serta terdepresiasinya rupiah dari rata-rata Rp9.282 di 2009-2012 menjadi Rp12.170 pada akhir tahun 2013 (sumber: Badan Pusat Statistik). Walaupun eksposur risiko nilai tukar mata uang asing Perusahaan dan entitas anak tidak material, kami rentan terhadap risiko nilai tukar mata uang asing atas transaksi penjualan, pembelian dan pinjaman yang terutama didenominasi dalam Dolar AS dan Yen Jepang.
Penjelasan lebih lanjut tentang risiko nilai tukar ini dapat dilihat dalam "Pengungkapan Kualitatif dan Kuantitatif atas Risiko Pasar – Risiko Nilai Tukar".
Hasil usaha Perusahaan selama dua tahun untuk periode 2012 sampai 2013 mencerminkan pertumbuhan pada pendapatan. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan pendapatan data, internet dan jasa teknologi informatika yang meningkat sebesar 14,8% disebabkan pertumbuhan pemakaian data oleh pengguna ponsel dan pertambahan pelanggan mobile broadband, serta peningkatan pendapatan seluler sebesar 4,6%.
Hasil usaha Perusahaan tahun 2011 ke 2013 juga mencerminkan peningkatan pada beban. Peningkatan tersebut dipicu oleh beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi yang terutama disebabkan oleh peningkatan kapasitas jaringan guna mendukung pelayanan kami terhadap pelanggan terutama layanan internet dan data.
Faktor-faktor utama yang mempengaruhi kondisi keuangan dan hasil usaha perusahaan:
Peningkatan pendapatan Telepon Seluler karena Peningkatan Pelanggan ARPU
Pendapatan telepon seluler meningkat sebesar 4,6% dari tahun 2012 ke tahun 2013 yang dipicu oleh peningkatan pelanggan seluler sebesar 5,1 % di tahun 2013. Pendapatan Telkom dari layanan telepon seluler (pendapatan pemakaian, pendapatan abonemen bulanan dan fitur) mencakup sekitar 38,7% dari total pendapatan konsolidasian kami untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013, dibandingkan dengan 39,8% untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012.
Di Indonesia ponsel menjadi alat utama untuk telekomunikasi. Tidak hanya berkaitan dengan komunikasi suara, tetapi juga dalam hal penggunaan internet. Sebesar 50% pendapatan kami masih berasal dari komunikasi suara, tetapi semakin populernya smartphone, memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan pendapatan data kami. Kami yakin persaingan usaha dalam penerapan tarif yang rendah untuk percakapan mulai mereda dan pendapatan dari data mulai berkontribusi dalam ARPU kami. Fenomena ini tercermin dari ARPU bulanan yang mulai meningkat dari sekitar Rp37.000 pada tahun 2012 menjadi sekitar Rp 37.500 pada tahun 2013, yang disebabkan peningkatan pendapatan data, internet dan jasa teknologi informatika.
Kami yakin kompetisi bergeser menjadi lebih rasional di Indonesia, tetapi kami masih melihat kompetisi sebagai risiko utama pada bisnis kami. Penjelasan lebih lanjut atas risiko yang terkait dengan bisnis ini dapat dilihat pada “Faktor-Faktor Risiko-Risiko terkait dengan Bisnis Kami – Risiko-Risiko Persaingan Terkait Dengan Bisnis Seluler Kami (Telkomsel)”.
Peningkatan pada Pendapatan Data, Internet dan Jasa Teknologi Informatika
Pendapatan data, internet dan jasa teknologi informatika memberikan kontribusi sebesar 38,2% terhadap jumlah pendapatan konsolidasian untuk tahun yang berakhir31 Desember 2013 dibandingkan dengan 35,9% pada tahun yang berakhir 2012. Pendapatan Kami dari data, internet dan jasa teknologi informatika meningkat sebesar 14,8% dari 2012 ke 2013. Peningkatan pendapatan data, internet dan jasa teknologi informatika pada tahun 2013 terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan internet, komunikasi data dan jasa teknologi informatika sebesar 23,7% terutama dipicu oleh peningkatan pemakaian data pada telepon seluler dan langganan mobile broadband. Sebagai bagian dari transformasi kami menjadi penyelenggara TIMES dan tujuan perusahaan untuk menumbuhkan bisnisnew wave, kami terus mencari peluang untuk memperoleh pendapatan dari bisnis sejenis.
Penurunan Pendapatan Telepon Tidak Bergerak
Pendapatan sambungan telepon tidak bergerak menurun sebesar 9,0% dari Rp10.662 miliar pada tahun 2012 menjadi Rp9.701 miliar pada tahun 2013. Penurunan ini disebabkan penurunan pendapatan sambungan telepon tidak bergerak sebesar 8,3% dan sambungan telepon tidak bergerak nirkabel sebesar 14,3%. Kami meyakini bahwa menurunnya pendapatan sambungan kabel tidak bergerak disebabkan peningkatan pemakaian dan penurunan tarif atas layanan seluler serta meningkatnya penetrasi dari pelanggan seluler di Indonesia. Seluler menawarkan kenyamanan yang lebih daripada sambungan kabel tidak bergerak dan nirkabel serta pada kasus tertentu saat pelanggan melakukan panggilan kepada pelanggan lain menggunakan jaringan penyelenggara yang sama, tarif menjadi lebih rendah dibandingkan panggilan menggunakan sambungan telepon tidak bergerak yang dilakukan kepada pelanggan dari penyelenggara lain.Kami memperkirakan kecenderungan penurunan pendapatan telepon kabel tidak bergerak akan terus terjadi.

Sum
http://www.telkom.co.id/UHI/CDInteraktif2013/ID/0051_perusahaan.html

Visi dan Misi Pt. Telekomunikasi

1.3  Visi dan Misi Pt. Telekomunikasi



Sum
http://www.telkom.co.id/UHI/CDInteraktif2013/ID/0006_visi.html

Sejarah Dan perkembangan PT. Telekomunikasi

1.2  Sejarah Dan perkembangan PT. Telekomunikasi



1856-1882
Pada tanggal 23 Oktober 1856, pemerintah kolonial Belanda melakukan pengoperasian telegrap elektromagnetik pertama di Indonesia yang menghubungkan Batavia (Jakarta) dan Buitenzorg (Bogor).

1906-1965
Pemerintah kolonial Belanda membentuk lembaga pemerintah untuk mengendalikan jasa pos dan telekomunikasi di Indonesia. Pada tahun 1965 terjadi pemisahan jasa pos dan telekomunikasi sehingga ditangani oleh dua perusahaan negara, yaitu PN Pos dan Giro dan PN Telekomunikasi.


1974
PN Telekomunikasi dibagi menjadi dua divisi, yaitu PT Industri Telekomunikasi Indonesia (”PT INTI”) yang memproduksi perangkat telekomunikasi dan Perusahaan Umum Telekomunikasi (“Perumtel”) untuk melayani jasa telekomunikasi domestik dan internasional.

1980
Bisnis telekomunikasi internasional diambil alih oleh PT Indonesian Satellite Corporation (“Indosat”).


1991
Perumtel berubah menjadi PT Telekomunikasi Indonesia atau Telkom dengan operasi bisnis terbagi atas dua belas wilayah telekomunikasi (“Witel”). Kedua belas Witel tersebut kemudian dirombak menjadi tujuh divisi regional (“DIVRE”), yaitu Divisi I Sumatera, Divisi II Jakarta dan sekitarnya, Divisi III Jawa Barat, Divisi IV Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Divisi V Jawa Timur, Divisi VI Kalimantan dan Divisi VII Indonesia Bagian Timur.


1995
Kami melaksanakan penawaran saham perdana public (Initial Public Offering) pada tanggal 14 November 1995 di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Pada tanggal 26 Mei 1995, kami mendirikan entitas anak yang menangani bisnis telepon seluler, Telkomsel.

1999
Undang-Undang Telekomunikasi (UU No.36/1999) yang berlaku efektif pada bulan September 2000 telah memfasilitasi masuknya pemain baru sehingga menumbuhkan persaingan usaha di industri telekomunikasi

2001
Kami mengakuisisi 35% saham Indosat di Telkomsel sehingga menjadikannya pemegang saham mayoritas di perusahaan seluler itu dengan kepemilikan 77,7% Indosat kemudian mengambil alih 22,5% saham Telkom di Satelindo dan 37,7% saham Telkom di PT Aplikanusa Lintasarta. Pada saat yang bersamaan, kami kehilangan hak eksklusif sebagai penyelenggara tunggal layanan telepon tidak bergerak di Indonesia.


2002
Kami melepaskan kepemilikan saham sebesar 12,7% di Telkomsel kepada Singapore Telecom Mobile Pte Ltd (“SingTel Mobile”).


2004
Kami meluncurkan layanan sambungan langsung internasional untuk telepon tidak bergerak.


2005
Satelit Telkom-2 diluncurkan untuk menggantikan seluruh layanan transmisi satelit yang sebelumnya dilayani oleh satelit Palapa B-4. Peluncurannya menjadikan jumlah satelit yang telah diluncurkan menjadi delapan satelit, termasuk satelit Palapa A-1.

2009
Kami bertransformasi dari perusahaan infocom menjadi perusahaan penyelenggaraTelecommunication, Information, Media, & Edutainment (“TIME”). Wajah baru Telkom diperkenalkan kepada publik dengan menampilkan logo dan tagline baru Perusahaan “the world in your hand’’.


2010
Proyek kabel serat optik bawah laut JaKaLaDeMa yang menghubungkan Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Denpasar dan Mataram telah berhasil dirampungkan pada bulan April 2010.


2011
Kami memulai reformasi infrastruktur telekomunikasi melalui proyek Telkom Nusantara Super Highway yang menyatukan nusantara mulai dari Sumatera hingga Papua, serta proyek True Broadband Access yang menyediakan akses internet berkapasitas 20-100 Mbps ke pelanggan di seluruh Indonesia.

 Sum

Riwayat singkat PT. Telekomunikasi

1.1  Riwayat singkat PT. Telekomunikasi

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup bisnis kegiatan kami adalah menyelenggarakan jaringan dan layanan telekomunikasi, informatika serta optimalisasi sumber daya Perusahaan.


Kami merupakan BUMN yang bergerak di bidang jasa layanan telekomunikasi dan jaringan di wilayah Indonesia dan karenanya tunduk pada hukum dan peraturan yang berlaku di Indonesia. Dengan statusnya sebagai Perusahaan milik negara yang sahamnya diperdagangkan di bursa saham, pemegang saham mayoritas Perusahaan adalah Pemerintah Republik Indonesia sedangkan sisanya dikuasai oleh publik. Saham Perusahaan diperdagangkan di BEI, NYSE, LSE dan Public OfferingWithout Listing (“POWL”) di Jepang. Riwayat singkat Telkom dari tahun ke tahun dapat dilihat pada bagian “Sejarah Panjang Menempa Kami”.

Sum :

Selasa, 02 Desember 2014

Tugas Sistem Informasi Menajemen 3

1.      Sebutkan macam macam pemrosesan data dan Jelaskan?.
Batch Processing

Batch processing adalah suatu model pengolahan data, dengan menghimpun data terlebih dahulu, dan diatur pengelompokkan datanya dalam kelompok-kelompok yang disebut batch. Tiap batch ditandai dengan identitas tertentu, serta informasi mengenai data-data yang terdapat dalam batch tersebut. Setelah data-data tersebut terkumpul dalam jumlah tertentu, data-data tersebut akan langsung diproses.
Contoh dari penggunaan batch processing adalah e-mail dan transaksi batch processing.
Online Processing

Adalah sebuah sistem yang mengaktifkan semua periferal sebagai pemasok data, dalam kendali komputer induk. Informasi-informasi yang muncul merupakan refleksi dari kondisi data yang paling mutakhir, karena setiap perkembangan data baru akan terus diupdatekan ke data induk. Salah satu contoh penggunaan online processing adalah transaksi online. Dalam sistem pengolahan online, transaksi secara individual dientri melalui peralatan terminal, divalidasi dan digunakan untuk meng-update dengan segera file komputer. Hasil pengolahan ini kemudian tersedia segera untuk permintaan keterangan atau laporan.
Real Time Processing

adalah mekanisme pengontrolan, perekaman data, pemrosesan yang sangat cepat sehinga output yang dihasilkan dapat diterima dalam waktu yang relatif sama. Perbedaan dengan sistem on-line adalah satuan waktu yang digunakan real-time biasanya seperseratus atau seperseribu detik sedangkan on-line masih dalah skala detik atau bahkan kadang beberapa menit. Perbedaan lainnya, on-line biasanya hanya berinteraksi dengan pemakai, sedangkan real-time berinteraksi langsung dengan pemakai dan lingkungan yang dipetakan.
Kelebihan Real Time Processing:
1.    Pemrosesan real time akan sangat menyederhanakan siklus kas perusahaan. Sistem real time dengan terminal komputer yang terhubung dengan komputer pusat akan mengurangi atau malah menghilangkan hambatan-hambatan seperti keterlambatan beberapa hari antara pengambilan pesanan dan penagihan ke pelanggan.
2.    Pemrosesan real time memberikan perusahaan keuntungan persaingan pada pasar. Dengan memelihara informasi persediaan, staf penjualan dapat menentukan dengan cepat bahwa terdapat persediaan di gudang. Informasi yang mutakhir yang disediakan melalui proses real time akan meningkatkan  kemampuan perusahaan untuk memaksimalkan kepuasan pelanggan, yang menyebabkan peningkatan penjualan.
3.    Prosedur manual mempunyai kecenderungan untuk menghasilkan kesalahan kritis, seperti nomor rekening yang salah, nomor persediaan yang tidak valid, dan salah dalam melakukan perhitungan harga. Program perbaikan yang dilakukan secara real time memperbolehkan untuk memperbaiki banyak tipe kesalahan yang mengidentifikasi dan meningkatkan efektifitas serta efisiensi operasional.
4.    Akhirnya, pemrosesan secara real time akan mengurangi pemakaian kertas. Kertas dokumen mahal untuk dibuat dan sering rusak. Dokumen elektronik sangat efisien, efektif, dan sangat berguna bagi jejak audit.

2.      Jelaskan peranan alat input, output, software dalam memecahkan masalah ?

Peranan Peralatan Input Dan Output Dalam Pemecahan Masalah
Keseluruhan komponen perangkat input, output dan software dapat berperan langsung maupun tidak langsung dalam pemecahan masalah. Semuanya saling behubungan dan mendukung kegiatan satu dengan yang lainnya. Perangkat input dan output berperan dalam proses penyelesaian masalah dalam hal perangkat keras, sedangkan perangkat lunak, baik sistem maupun aplikasi membantu para manajer untuk meningkatkan produktivitas organisasi dan perorangan, dengan menyederhanakan penciptaan dan transmisi data

PERANAN PERANGKAT LUNAK DALAM PEMECAHAN MASALAH
            Seperti halnya perangkat keras, perngkat lunak dapat berperan langsung atau tidak langsung dalam pemecahan masalah. Perangkat lunak sistem, karena tidak dapat dibuat untuk operasi tertentu dair pemakai selalu berperan tidak langsung.
            Perangkat lunak aplikasi, sebaliknya dapat berperan langsung atau tidak langsung. Sebagian besar paket aplikasi bisnis atau umum dan khusus industri dirancang untuk berperan tidak langsung dengan menciptakan dan menangani database yang menjadi dasar subsistem CBIS yang berorientasi informasi.

3.       
a.       Apa pengertian dari E-Commerce?
E-commerce adalah electronic commerce, merupakan kumpulan teknologi, aplikasi, dan bisnis yang menghubungkan perusahaan atau perseorangan sebagai konsumen untuk melakukan transaksi elektronik, pertukaran barang, dan pertukaran informasi melalui internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya.
Kegiatan e-commerce ini merupakan aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berhubungan dengan transaksi komersial, misalnya: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), pemasaran online (online marketing), atau e-pemasaran (e-marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), dll.

b.      Sebutkan keuntungan dan kerugian dari E-Commerce [min 3] ?
1.      Keuntungan E-commerce

a.       Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).

Transaksi on-line yang membuat semua orang di seluruh dunia dapat memesan dan membeli produk yang dijual hanya dengan melalui media computer dan tidak terbatas jarak dan waktu.

b. Menurunkan biaya operasional (operating cost).

Transaksi E-Commerce adalah transaksi yang sebagian besar operasionalnya diprogram di dalam komputer sehingga biaya-biaya seperti showroom, beban
gaji yang berlebihan, dan lain-lain tidak perlu terjadi

c. Melebarkan jangkauan (global reach).

Transaksi on-line yang dapat diakses oleh semua orang di dunia tidak terbatas tempat dan waktu karena semua orang dapat mengaksesnya hanya dengan menggunakan media perantara komputer.

2.      Kerugian E-commerce
• System Penetration

Orang-orang yang tidak berhak melakukan akses ke system computer dapat dan diperbolehkan melakukan segala sesuatu sesuai dengan keinginannya.
• Authorization Violation

Pelanggaran atau penyalahgunaan wewenang legal yang dimiliki seseorang yang berhak mengakses sebuah sistim.

• Planting

Memasukan sesuatu ke dalam sebuah system yang dianggap legal tetapi belum tentu legal di masa yang akan datang.

• Communications Monitoring

Seseorang dapat mernantau semua infonnasi rahasia dengan melakukan monitoring komunikasi sederhana di sebuah tempat pada jaringan komunikas

4.       
a.     Apa yang anda ketahui Tentang file, sebut dan jelaskan tipe File?

. File yaitu himpunan seluruh record yang berhubungan.
Tipe File :· File Induk, file terpenting yang berisi record-record yang sangat di
perlukan dalam perusahaan . Di bagi menjadi dua, yaitu :
File Induk Statis : Jarang berubah nilainya, contoh : data karyawan
File Induk Dinamis : recordnya sering berubah sebagai hasil daritransaksi,
contoh : file persediaan barang

· File Transaksi, digunakan untuk merekam data yang diperoleh dari suatu transaksi, seperti fike transaksi penjualan atau registrasi pengambilan mata kuliah.
· File Laporan, disebut juga file output yang berisi informasi yang merupakan hasil pengolahan data yang ada.

· File Histori, disebut juga file srsip yang berisi data masa lalu yang sudah
tidak aktif lagi, tapi masih disimpan.

· File Salinan, berisi salinan dari file-file yang masih aktif di dalam database pada kurun waktu tertentu.


b.    Bagaimana Sistem pengorganisasian Database Tradisional Berproses ?

Sistem pengorganisasian database tradisional berproses:

Sistem pengorganisasian database masih terpisah-pisah antara database satu dengan database lainnya, sehingga banyak akibat negative yang ditimbulkan, antara lain :
1. Redudansi atau duplikasi data. Menyebabkan informasi menjadi kurang akurat, bahkan terjadi perbedaan karena data yang satu sudah di perbaharui sementara duplikatnya belum.

2. Ketergantungan terhadap program aplikasi tertentu yang di gunakan untuk mengolah masing-masing database yang di bangun.

3. Ketergantungan terhadap program aplikasi tertentu yang menyebabkan SI yang terbentuk menjadi kurang fleksibel.

4. Keterpisahan database satu dengan lainnya mengakibatkan tingkat keamanan data menjadi rendah.
5.       Jelaskan Tiga Tingkat Representasi Data?.
1.      Level penyajian penampakan, representasi hasil pengolahan database menggunakan SI dalam format yang mudah di pahami oleh pemakai.
2.       Level konseptual, memperlihatkan file-file data yang dibuat dan hubungannya satu sama lain dalam sebuah lingkungan database.
3.       Level fisik, tahap terendah dari abstraksi data yang memperlihatkan struktur dan jenis data serta bagaimana data tersebut disimpan dan diorganisasikan dalam media penyimpanan.




Sumber




Minggu, 02 November 2014

Sistem Informasi Manajemen II

1.      Sebutkan dan jelaskan langkah pendekatan system
Langkah – langkah dalam pendekatan sistem meliputi:
a.       Analisa Sistem
Langkah – langkahnya:
  • Penetapan sistem apa yang akan dipakai
  • Penetapan langkah langkah yang akan ditempuh
  • Pengumpulan data dan fakta tentang sistem yang dipelajari
  • Pengkajian data
  • Penyusunan deskripsi sistem
  • Pengenalan identifikasi dan perumusan masalah system

b.       Perancangan Sistem
Secara konseptual dapat memecahkan masalah dengan optimal
Langkah – langkahnya:
§  Penetapan tujuan
§  Spesifikasi beberapa alternatif, mekanisme dan prosedur, proses, feed back untuk merubah input dan output

c.       Manajemen Sistem
Langkah – langkahnya:
  • Memebentuk TIM
  • Mempelajari sistem informasi pada saat ini
  • Menetapkan tujuan SIM
  • Evaluasi alternatif rancangan sistem informasi
  • Evaluasi alternatif perlengkapan sistem
  • Analisa biaya yang diusulkan
§ Siapkan langkah penerapan
§ Tinjauan ulang sistem informasi tiap tahun

2.      Berikan Contoh Sebuah Sistem Pakar
Sistem Pakar adalah suatu perangkat lunak komputer yang dirancang untuk memberikan pemecahan masalah suatu tenaga ahli didalam suatu bidang. Sistem Pakar terdiri atas suatu dasar pengetahuan(informasi, heuristik, dll.), mesin kesimpulan(untuk meneliti dasar pengetahuan), dan alat penghubung (input dan output). Cara yang memimpin ke arah pengembangan Sistem Pakar adalah berbeda dari teknik programan konvensional.

Contoh Aplikasi Sistem Pakar

1. MYCIN : Membantu petugas medis dalam mendiagnosa penyakit yang disebabkan bakteri.
2. DENDRAL : Mengidentifikasi struktur molekular campuran yang tak dikenal.
3. XCON & XSEL : Membantu konfigurasi sistem komputer besar.
4. SOPHIE : membantu dalam analisis sirkuit elektronik.
5. PROSPECTOR : Digunakan di dalam geologi untuk membantu mencari dan menemukan deposit.

6. FOLIO : Menbantu memberikan keputusan bagi seorang manajer dalam hal stok broker dan investasi.

7. DELTA : Membantu dalam pemeliharaan lokomotif listrik disel.

3.      Sebutkan Beberapa Sifat Pengolahan data yang membedakan dengan area aplikasi lain

a. Data kuantitatif (quantitative data) adalah data mengenai penggolongan dalam hubungannya dengan penjumlahan.
b. Data kualitatif (qualitative data) adalah data mengenai penggolongan dalam hubungannya dengan kualitas atau sifat tertentu.
c. Data makro (macro data) adalah data yang meliputi suatu objek dalam skala yang luas, sekelompok masyarakat, daerah wilayah, atau suatu propinsi dan negara.
d. Data mikro (micro data) adalah data yang meliputi suatu unit usaha, rumah tangga, atau individu.
Ø  Namun, sifat-sifat pengolahan data yang lainnya, adalah sebagai berikut :

*) Mempunyai fokus historis yang paling utama.

*) Menghimpun data yang detail atau lengkap.
Karena record pengolahan data menggambarkan aktivitas perusahaan secara lengkap, maka ia akan jadi alat untuk merekontruksi kembali tindakan/transaksi tersebut secara urut jika record diperlukan. Kronologi itu disebut dengan audittrail.

*) Menghimpun data yang detail atau lengkap.
Karena record pengolahan data menggambarkan aktivitas perusahaan secara lengkap, maka ia akan jadi alat untuk merekontruksi kembali tindakan/transaksi tersebut secara urut jika record diperlukan. Kronologi itu disebut dengan audittrail.

*) Pengolahan data menjalankan tugas yang penting
Pengolahan data adalah aktivitas yang diperlukan.

*) Mengikuti prosedur standar secara relative
Peraturn dan latihan yang diterima menguraikan atau menerangkan cara pengolahan data yang akan dilakukan.

*) Memberikan informasi pemecahn masalah minimal.



#sumber